Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah dengue atau yang biasa dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan sebutan DBD merupakan penyakit yang dapat menular yang biasanya menyerang ketika musim penghujan tiba. Penyakit DBD sendiri disebabkan karena adanya infeksi dari salah satu 4 virus dengue (Dibagi menjadi 4 tipe dari tipe 1, 2, 3, dan 4) dari family flaviviridae yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty.

Dalam kasus demam berdarah ini, para korban dari DBD identik ditandai dengan rendahnya keping-keping darah atau trombosit pada tubuh mereka. Hal ini juga disebabkan karena virus dengue menyerang sumsum tulang belakang yang menjadi tempat dari produksi trombosit dalam tubuh kita. Kadar trombosit pada pasien DBD biasanya kurang dari 100.000. Rendahnya kadar trombosit dalam tubuh pasien DBD dapat menyebabkan darah dalam tubuh tidak bisa mempertahankan kekentalannya yang mana darah dapat keluar melalui pori-pori kulit tubuh dan menyebabkan pendarahan hebat yang mana ini sangat berbahaya bagi tubuh sang penderita.

World Health Organization (WHO) memaparkan sebuah data yang mana demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan memiliki nilai angka yang cukup tinggi, yakni 100 kasus dengan 30 kematian. Demam berdarah sendiri digolongkan menjadi penyakit yang dapat menular dan menyebar paling cepat di dunia ini.

Tahukah Anda bahwa pada tahun 2007, Indonesia memiliki angka yang sangat fantastis mengenai korban kasus dari demam berdarah dengue yakni 150.000, dengan 25.000 kasus dilaporkan dari Ibukota Jakarta dan Jawa Barat. Karena angka dari kasus penyebab DBD sangat tinggi menjadi catatan khusus dalam sejarah mengenai penularan penyakit DBD di dunia.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki 2 iklim, yakni iklim tropis dan penghujan. Nyamuk Aedes aegepty merupakan makhluk hidup yang banyak hidup di lingkungan dengan iklim tropis, karena faktor inilah yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat resiko terjangkit demam berdarah paling tinggi.

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Proses timbulnya dari penyakit DBD ini adalah ketika nyamuk Aedes aegepty menghisap darah seseorang, nyamuk tersebut akan menyalurkan virus dengue ke dalam tubuh orang yang dihisap darahnya. Kemudian, virus yang sudah masuk ke dalam tubuh akan mengalami masa inkubasi selama 3 hingga 10 hari. Pada mulanya memang sebagian besar para korban dari demam berdarah tidak menunjukkan secara jelas mengenai gejala DBD apapun atau hanya mengalami penyakit demam pada umumnya yang tergolong demam ringan.

Gejala demam berdarah atau DBD terkadang memang sangat sulit sekali untuk diketahui atau dikenali bahkan dokter pun dapat melakukan kesalahan diagnosa mengenai gejala DBD dan menyatakan sebagai penyakit lain seperti tipes. Agar pasien atau korban dari demam berdarah tidak mengalami keterlambatan dalam proses penanganan, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengenali gejala-gejala yang spesifik yang ditimbulkan oleh infeksi virus demam berdarah ini. Apa saja gejala demam berdarah dengue atau gejala DBD tersebut? simak informasinya di bawah ini.

1. Demam tinggi

Demam adalah salah satu bentuk indikasi yang ditunjukkan bagi seseorang yang mengalami gangguan pada tubuhnya, termasuk ketika tubuh terjangkit virus dengue. Banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa demam adalah salah satu bentuk mekanisme alami kekebalan tubuh sebagai tanda bahwa tubuh kita sedang memberikan sebuah perlawanan terhadap infeksi pathogen. Karena bentuk perlawanan terhadap pertahanan tubuh yang diserang, secara otomatis akan meningkatkan temperatur maksimal guna membunuh bakteri atau virus pathogen yang ada di dalam tubuh kita.

Pada umumnya, seorang pasien dari penderita DBD akan mengalami beberapa fase yang biasa dikenal dengan fase pelana kuda.

  1. Fase pertama: Pada fase ini, biasanya terjadi ketika 3 hari setelah mengalami masa inkubasi. Pasien penderita DBD akan mengalami masa demam yang sangat tinggi hingga tempteratur tubuh mencapai angka 40 derajat celcius.
  2. Fase kedua: Demam dari penderita akan mengalami penurunan, akan tetapi meski demam tersebut turun, fase ini merupakan fase kritis dan juga riskan karena pasien atau keluarga akan menganggap bahwa demam yang dialami telah sembuh dan inilah yang sering menimbulkan yang namanya keterlambatan penanganan terhadap pasien DBD.
  3. Fase ketiga: Ini merupakan fase dimana tubuh penderita akan mengalami demam yang tinggi dan kadar trombosit akan mulai kembali meningkat, dan umumnya fase ini disebut dengan fase penyembuhan.

2. Sakit Kepala

Gejala kedua yang didapat jadi petunjuk mengenai gejala demam berdarah adalah sakit kepala. Seorang pasien penderita demam berdarah umumnya akan mengalami sakit kepala yang sangat hebat. Sakit kepala sendiri timbul karena adanya infeksi virus, yang mana sistem kekebalan tubuh akan memproduksi interferon dan juga zat kimia lain yang dapat menjadi pemicu rasa sakit di kepala. Biasanya rasa sakit pada kepala terjadi pada bagian dahi.

Apabila Anda mengalami masa dimana demam dan disertai dengan sakit kepala dalam waktu yang bersamaan terutama pada anak dan ini terjadi dalam waktu yang cukup lama maka dengan sigap segeralah membawanya ke dokter untuk melakukan tindakan pengobatan. Alasan utama kenapa harus segera diobati karena sistem imun tubuh anak belum cukup untuk dapat melindungi dirinya dari serangan berbagai macam virus.

3. Mual

Gejala selanjutnya yang biasa ditimbulkan dari infeksi virus dengue adalah mualatau dalam istilah medis disebut nausea. Ketika virus dalam tubuh mulai menginfeksi, lambung secara otomatis akan mengeluarkan lebih banyak asam lambung sebagai bentuk respon terhadap kekebalan tubuh. Kenaikan asam lambung yang secara tiba-tiba dapat membuat mual dan perasaan ingin muntah.

Gejala mual sendiri biasanya akan dirasakan oleh pasien DBD ketika hari ke-2 hingga hari ke-7 setalah tubuh terinfeksi virus dengue. Masa mual sendiri akan hilang secara perlahan sesuai dengan kondisi tubuh kita yang mengalami proses pengobatan secara intensif untuk menghilangkan infeksi dari virus dengue.

4. Sakit perut

Penderita demam berdarah pasti akan mengalami rasa sakit pada perut mereka karena luka yang disebabkan dari infeksi pada ulu hati. Tidak hanya itu, sakit perut pada pasien DBD juga dapat disebabkan karena infeksi pada bagian bawah perut yang mana menyebabkan pembesaran pada hati dan juga terjadinya peregangan dan timbullah sakit perut tersebut.

Jika pasien demam berdarah seorang anak, maka dapat dilakukan penekanan pada ulut hati serta perut bada bagian bawah untuk mengetahui bagian mana yang mengalami nyeri karena anak belum dapat mengeluh secara pasti apa yang mereka rasakan. Biasanya pasien DBD justru akan dapat merasakan sakit perut yang hebat sebelum mengalami masa pendarahan.

Spesifikasi posisi dari sakit perut akibat virus dengue kebanyakan pada bagian sebalah kiri. Walau penderita telah dinyatakan sembuh dari DBD, ada beberapa yang masih merasakan sakit perut sebagai bentuk efek samping setelah di diagnosa demam berdarah.

5. Muntah

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa infeksi virus dengue dapat meningkatkan kadar asam dalam lambung kita yang mana menyebabkan pasien mengalami mual dan juga muntah. Mual yang dialami oleh pasien diakibatkan karena tingginya kadar asam lambung yang mengakibatkan pasien mengalami muntah dimana akan dapat berdampak buruk untuk nafsu makan pasien.

Muntah merupakan salah satu gejala demam berdarah yang sangat umum terjadi bagi penderitanya. Hal ini disebabkan karena virus dengue yang mulai menyebar ke bagian-bagian tubuh lainnya.

6. Nyeri Otot

Gejala demam berdarah dengue ke-6 sama dengan penyakit malaria, yang mana nyeri otot akan terjadi sebagai bentuk gejala karena infeksi virus pada sistem kekebalan dan meningkatnya produksi sel yang akan menghasilkan cytokine, histamin dan juga berbagai macam protein lainnya untuk menangkal kerusakan serta mengalahkan infeksi tersebut.

Berbagai macam sel tersebut diproduksi di dalam sum-sum tulang belakang kita. Akan tetapi, apabila kadar sel tersebut melebihi atau terlalu tinggi dapat menyebabkan masa nyeri pada otot terutama pada pasien demam berdarah. Pada umumnya, penderita demam berdarah akan merasa nyeri pada otot bagian tendon dan juga otot perut apabila ditekan. Karena itu, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan tubuh dengan cara menekan pada bagian tendon ataupun perut untuk melakukan diagnosa awal.

7. Bercak atau Ruam Merah

Ada tiga gejala utama dari demam berdarah, yakni demam, sakit kepala, dan juga ruam merah pada tubuh. Ruam merah biasanya muncul pada kulit pasien ketika tubuh berada pada fase pertama demam tinggi. Pada umumnya, ruam akan muncul pada area wajah, dada dan juga leher yang kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ruam sendiri akan muncul dan terlihat selama beberapa jam dan setelah itu hilang dan akan muncul lagi pada hari ke-3 hingga hari ke-6 kaki dan lengan hingga ke seluruh bagian tubuh sang penderita. Ketika suhu tubuh kembali normal, ruam merah akan menghilang dan bekasnya akan sangat terasa gatal. Ruam atau bercak merah ini tidak begitu jelas terlihat ketika yang menderita demam berdarah adalah orang yang sudah dewasa.

Bagi Anda yang ingin melihat dengan jelas apakah ada ruam atau tidak, Anda dapat melakukan tes tourniquet. Tes tourniquet atau yang biasa dikenal dengan sebutan Rumpel-Leede ini adalah tes untuk melakukan diagnosa kerapuhan kapiler yang mana dengan tes ini nantinya dapat ditemukan serta ditentukan kencederungan pendarahan pada sang pasien. Tes ini sering digunakan untuk melihat ada tidak bercak ataupun ruam merah pada pasien sebagai salah satu bentuk gejala dari penyakit demam berdarah.

8. Diare

Diare merupakan salah satu gejala demam berdarah akibat infeksi dari virus dengue, meski sangat jarang sekali ditemukan korban dari demam berdarah yang mengalami gejala ini. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan ada sekitar 6% pasien DBD mengalami diare.

Infeksi virus dengue sendiri dapat menjadi penyebab masalah pada pencernaan serta penyerapan air pada usus besar yang mana membuat penderita mengalami diare. Diare pada pasien demam berdarah disebabkan karena virus dengue sudah menyebar hingga saluran cerna. Walau angka kemunculan dari gejala demam berdarah yang satu ini kecil, tetap harus waspada.

9. Gusi Berdarah

Alasan utama kenapa disebab sebagai demam berdarah karena penyakit ini dapat menyebabkan korbannya mengalami pendarahan di beberapa bagian tubuh, salah satunya yakni gusi. Ketika tubuh kita mengalami infeksi dari virus dengue, pembuluh darah menjadi sangat rentan dan sensitif yang mana dapat dengan mudah pecah diakibatkan rendahnya permeabilitas pada dinding pembuluh darah.

Bagi pasien penderita demam berdarah sangat tidak disarankan untuk melakukan gosok gigi, atau menyentuh gusi dengan tusuk gigi. Pasien DBD yang mengalami pendarahan pada gusinya, biasanya berada pada fase yang terbilang parah.

10. Sakit Tenggorokan

Gejala demam berdarah yang ke-10 adalah rasa sakit pada tenggorokan. Skait tenggorokan sendiri terjadi karena infeksi pada saluran pernafasan bagian atas. Sakit tenggorokan juga sering terjadi ketika sedang mengalami demam.

Akan tetapi, apakah ada hubungan antara sakit tenggorokan dengan demam berdarah? Tentu saja memiliki hubungan karena seseorang yang mengalami demam akan merasa tenggorokannya sakit diakibatkan karena bakteri dan juga virus yang sudah menyebar hingga ke tenggorokan.

Hal ini juga berlaku bagi kasus demam berdarah yang disebabkan karena virus dengue yang mulai menyebar ke tenggorokan sehingga terjadilah infeksi pada saluran nafas. Oleh sebab itulah, Anda wajib melakukan pemeriksaan ke dokter apabila Anda mengalami sakit tenggorokan dalam jangka waktu lama karena dokter dapat membantu mencegah semakin luasnya perkembangan virus dengue ke dalam tubuh kita.

Seorang mahasiswi Jurusan Ilmu Keperawatan dari Universitas Brawijaya (UB) Malang. Aku sangat tertarik dengan dunia kesehatan dan juga kecantikan dari umur 12 tahun. Hobi menulis sejak masuk di SMP dan sekarang menjadi salah satu penulis tetap di Bugarfit.me.